Printed Book
Tanah Air Yang Hilang : Wawancara Dengan Orang-Orang "Klayaban" Di Eropa
Aleida, Martin - Personal Name
Ketika mendapat suaka di negara baru, mereka lega. Ketika pulang ke Indonesia, mereka menggunakan paspor negara lain. Pada sebentuk hati yang sudah berpuluh tahun kehilangan tanah air, tanpa paspor yang dulu dipegang ketika meninggalkan Indonesia, pulang adalah heroisme yang datang berulang-ulang sampai akhir hayat.
Mereka sudah menjadi warga negara lain, tetapi Indonesia tetaplah tanah air mereka.
Kami tak punya kewarganegaraan. Inilah nasib yang kita tidak nyana. Padahal, posisi kita jelas. Kita setia dan cinta tanah air dengan tujuan kembali ke Indonesia untuk menyumbangkan sesuai dengan kemampuan kami masing-masing bagi kemajuan Indonesia. (hlm. 120)
Betul, walau sebagai seorang yang terhalang pulang saya mendapat pengetahuan, bisa berbahasa Albania, bisa melihat dunia, tapi apa yang bisa saya sumbangkan untuk Indonesia? Itulah soalnya. (hlm. 211)
Tujuan kami Indonesia, Bung! Bukan Belanda! Pulang untuk membangun Indonesia. Kami akhirnya tinggal di sini karena situasi yang tidak memungkinkan kami pulang pada waktu itu. (hlm. 267)
| 12823/SMP/26 | 959.8/ALE/t | Perpustakaan Gd. F (RAK 4 SMP) | Currently On Loan (Due on2026-10-16) |
Series Title
-
Call Number
959.8/ALE/t
Publisher
PT. Kompas Media Nusantara : Jakarta., 2017
Collation
344 hlm; 21 cm
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
9786024122874
Classification
959.8
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
By Martin Aleida