Iman dan spiritualitas kerakyatan itulah yang dikemukakan dalam buku yang mengetengahkan spiritualitas Ignatian ini. Dalam Gereja Katolik, Ignatius Loyola (1491–1556), pendiri Serikat Yesus, telah dinyatakan kudus. Banyak orang menganggap dia adalah santo yang elitis. Warisan spiritualitasnya juga tak terlalu cocok buat umat yang sederhana.
Buku ini mencoba memperlihatkan bahwa anggapan itu tak seluruh- nya benar. Ignatius sendiri adalah pribadi yang hidup dari spiritualitas kerakyatannya, yang juga diliputi kenaifan. Kenaifan penghayatan iman dan perasaan-perasaan iman sangat menentukan perjalanan rohaninya. Sesungguhnya, warisan spiritualitasnya juga sangat mempunyai unsur kerakyatan yang sederhana tersebut. Menengok spiritualitas Ignatius dari sudut ini akan makin membawa kita mema- hami bahwa spiritualitas Ignatian sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Tak berlebihan bila mengatakan bahwa spiritualitas sebenarnya adalah semacam spiritualitas awam.
Spiritualitas Ignatian tidak hanya berkenaan dengan intelek atau budi, tetapi juga dengan rasa dan hati. Maka, spiritualitas Ignatian juga boleh disebut sebagai El Camino del Corazón, The Way of the Heart, Ziarah Rasa, atau Jalan Hati. Jalan hati ini kiranya akan membe- ranikan kita menghayati hidup iman dan religius dengan sederhana, juga untuk makin memberi arti bagi hidup harian kita
| 12444/SMP/26 | 248/SIN/j | Perpustakaan Gd. F (RAK 2 SMP) | Available |
Series Title
-
Call Number
248/SIN/j
Publisher
Pusaka Indonesia Gemahripah : Jakarta., 2025
Collation
352 hlm; 21 cm
Language
Indonesian
ISBN/ISSN
9786020661087
Classification
248